Feminisme Maryam dalam Sudut Pandang Al-Qur’an dan Bible

Studi Komparasi Historis-Feminis Teks Kitab Suci

  • M. Zia Al-Ayyubi Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta (08983446865)
  • Ahmad Syahid Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • Tomi Liansi Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • Siti Maryam Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • Abdul Wachid Lutfi Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • Muhammad Atiq Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • Akhsanul Fikri Al Anshori Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • Abdul Qadri Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
Keywords: feminisme, Maryam, Al-Qur'an, Bible

Abstract

Abstrak

Peran perempuan menjadi salah satu perhatian penting dalam teks kitab suci. Sebagai teks historis, pesan yang dibawanya adalah tidak lain untuk merespon posisi perempuan pada saat teks tersebut muncul. Dominasi peran laki-laki yang sudah turun menurun sejak peradaban awal manusia di mana laki-laki berperan di luar untuk berburu mengumpulkan makanan, sedangkan perempuan berperan di wilayah logistik-domestik. Secara historis, teks Bible yang muncul lebih dahulu dari pada teks Al-Qur’an, menguraikan sosok perempuan yang bernama Maria sebagai perempuan yang memiliki peran feminis. Pada kesempatan lain, sebutan Maryam dalam teks Al-Qur’an yang muncul 5 abad setelah Bible pun memberikan perhatian yang sama. Namun di antara keduanya terdapat perbedaan yang signifikan dalam ranah teologisnya. Terlepas dari itu, keduanya sama-sama menguraikan bagaimana peran sosok perempuan yang bernama Maryam dengan porsi masing-masing. Dengan menggunakan pendekatan komparasi historis-feminis, tulisan ini berusaha untuk menjawab bagaimana kisah Maryam dalam dua kitab suci Al-Qur’an dan Bible, sikap Maryam pada keluarga dan masyarakat serta perlakuan keluarga dan masyarakat terhadapnya yang tergambar dalam al-Qur’an dan Bible, dan kisah Maryam yang ditinjau dari sisi feminisme. Sebagai jawaban adalah Maryam dipandang sebagai subjek perilaku feminis dan objek perilaku feminis dalam kedua kitab suci (Al-Qur’an dan Bible).

Kata Kunci: feminisme, Maryam, Al-Qur’an, Bible.

 

Abstract

The role of women is one of the important concerns in the scriptural text. As a historical text, the message it carries is none other than responding to the position of women when the text appears. The dominance of the role of men has decreased since early human civilization, where men played an outside role to hunt for food, while women played a role in the logistic-domestic area. Historically, the biblical text, which predated the Qur'anic text, describes a woman named Maria as a woman who has a feminist role. On another occasion, the title Maryam in the Qur'anic text which appeared 5 centuries after the Bible gave the same attention. However, between the two there are significant differences in the theological realm. Apart from that, both of them describe the role of a woman named Maryam with their respective portions. By using a historical-feminist comparative approach, this paper seeks to answer how the story of Maryam in the two holy books of the Koran and the Bible, Maryam's attitude towards family and society and the treatment of her family and society towards her are reflected in the Koran and the Bible and the story of Maryam in terms of feminism. As an answer, Maryam is seen as the subject of feminist behavior and the object of feminist behavior in the two scriptures (The Qur'an and Bible).

Keywords: Feminism, Maryam, the Qur’an, Bible.

Published
2021-01-06
How to Cite
Al-Ayyubi, M. Z., Syahid, A., Liansi , T., Maryam , S., Wachid Lutfi , A., Atiq, M., Fikri Al Anshori, A., & Qadri, A. (2021). Feminisme Maryam dalam Sudut Pandang Al-Qur’an dan Bible. Ushuluddin International Conference (USICON), 4. Retrieved from http://conference.uin-suka.ac.id/index.php/USICON/article/view/265