Peran Remaja dalam Mengiimplementasikan Q.S Al Hujurat Ayat 13 di Kehidupan Sosial Beragama

  • Muhammad Farhan Fathurrohman Student

Abstract

Abstrak

Dewasa ini, kehidupan umat beragama di Indonesia semakin hari semakin mengkhawatirkan, seiring dengan banyaknya perilaku intoleransi antar umat dan sikap eksklusivisme dalam beragama (merasa paling benar sendiri dan menyalahkan keyakinan orang lain). Terlebih hal itu terjadi di negara Indonesia yang merupakan negara plural. Bukan hanya dari segi bahasa, kebudayaan, dan adat istiadat tetapi juga dalam hal agama. Banyaknya agama yang berkembang di Indonesia memberikan isyarat betapa pentingnya kerukunan antar umat beragama. Setidaknya, sekarang kita melihat banyak kasus intoleransi yang dilakukan oleh oknum terhadap kegiatan–kegiatan keagamaan baik kepada agama Islam, Kristen atau agama lain. Contoh kasus nyata adalah pengrusakan tempat ibadah, penganiyaan terhadap pemuka agama, pembubaran paksa terhadap jemaah suatu gereja, dan ujaran–ujaran kebencian yang sudah tidak terhitung lagi. Bahkan yang paling menyedihkan sekaligus ironis bagi kita adalah, ujaran–ujaran kebencian tersebut sering kita dengar di acara pengajian umat Islam. Hal tersebut menjadi bertolak belakang dengan tujuan Islam itu sendiri sebagai rahmatan lil a’lamiin. Dan Alloh Swt. sendiripun menghendaki adanya perbedaan–perbedaan tersebut sesuai dengan firman-Nya dalam Q.S Al Hujurat ayat 13. Maka dari itu kita sebagai remaja Islam yang berpendidikan, sudah seharusnya kita bangun kembali narasi–narasi toleransi yang menjadi watak Indonesia dengan menumbuhkan semangat kehidupan yang ramah tamah, handap asor dan saling mengahargai terhadap perbedaan yang ada. Dalam beragama kita boleh bahkan wajib untuk merasa benar terhadap keyakinan yang kita anut, namun hal tersebut bukan menjadi senjata untuk menyalahkan keyakinan orang lain yang berbeda dengannya. Perbedaan bukan sebagai penghalang dalam bersosialisasi hidup di masyarakat. Karena dalam Islam pun sudah jelas bahwa “jikalau dia bukan saudara dalam keimanan, pastilah dia saudara dalam kemanusiaan”, atau dalam istilah populernya sekarang ialah “Humanity Above Religion”. Tidak perlu lagi kita mempedulikan dari agama apa, suku mana atau ras apa dalam sikap saling tolong – menolong di kehidupan sosial masyarakat.

Kata kunci : toleransi, remaja,kerukunan,plural,sosial masyarakat,umat beragama

Published
2020-11-30
How to Cite
Muhammad Farhan Fathurrohman. (2020). Peran Remaja dalam Mengiimplementasikan Q.S Al Hujurat Ayat 13 di Kehidupan Sosial Beragama. Ushuluddin International Conference (USICON), 4. Retrieved from http://conference.uin-suka.ac.id/index.php/USICON/article/view/309