Relasi Pasutri dalam Perspektif Hadis dan Aktualisasinya di Era Pandemi

  • Lukman Hakim UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Marni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ratno UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Abdul Haris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Dini Tri Hidayatus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Achmad Mahfuddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Azam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Muhammad Fajri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: relasi pasutri, hadis-hadis domestik, pandemi Covid-19, double movement

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memengaruhi sebagian besar pola hidup masyarakat dunia. Berbagai aktivitas yang melibatkan banyak massa seperti bekerja dan bersekolah ditiadakan atau dialihkan di rumah melalui kebijakan work from home (WFH) dan study from home (SFH). Akibat dari kebijakan ini, banyak perempuan yang berposisi sebagai istri sekaligus ibu rumah tangga mengalami beban ganda (double burden). Selain itu, meningkatnya intensitas berkumpul di rumah mengakibatkan perempuan rentan menghadapi perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menyikapi hal ini, diperlukan usaha-usaha strategis demi mewujudkan tatanan keluarga ideal yang salah satunya dengan mengacu pada potret keluarga Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu, tulisan ini akan meneliti bagaimana pola relasi dan pembagian peran suami-istri berdasarkan perspektif hadis serta bagaimana hal tersebut diaktualisasikan di era pandemi saat ini. Penelitian yang berjenis kualitatif ini menggunakan pendekatan teori gerakan ganda (double movement) yang digagas oleh Fazlur Rahman atas hadis-hadis domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad Saw diceritakan tidak membatasi secara rigid perannya dengan istri-istrinya dalam mengurusi rumah tangga. Masing-masing pasangan saling mendukung dan mengapresiasi hasil pekerjaan satu sama lain. Nabi Saw juga berusaha menjadikan suasana rumah laksana surga yang menyejukkan hati (baiti jannati). Pada masa pandemi seperti saat ini, nilai moral dari hadis-hadis tersebut dapat diaktualisasikan dengan cara mendasarkan setiap keputusan terkait urusan keluarga dengan prinsip responsif gender. Suami dan istri harus terlibat secara aktif mengurusi kebutuhan rumah tangga sesuai dengan kapasitas dan keadaan masing-masing, bukan dengan menerapkan pembagian kerja dan peran yang kaku (division of labour). Begitu pula dengan relasi dalam sebuah keluarga yang sepatutnya bersifat komunikatif-demokratis, bukan relasi yang cenderung dominatif-otoriter.

References

Abadi, Azhim. ‘Aun Al-Ma’bud Fi Syarh Sunan Abi Daud, (Beirut: Dar Al-Kutub, Al-Ilmiyyah, t.t.), Juz. 6
Afifah, Nurul. “Hak Suami-Istri Perspektif Hadis (Pemahaman Hasyim Asy’ari dalam Dha’u Al-Misbah fi Bayan Ahkam Al-Nikah).” Jurnal Living Hadis 2, no. 1 (2017): 19–47.
Ahmad bin Muhammad Hambal. Musnad al-Imam Ahmad bin Hambal. Beirut: Muassasah al-Risalah, 2001.
Aisyah, Nur. “Relasi Gender Dalam Institusi Keluarga (Pandangan Teori Sosial Dan Feminis).” Muwazah: Jurnal Kajian Gender 5, no. 2 (2013). http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/Muwazah/article/view/346.
Al-Asqolani, Ibnu Hajar. Fathul Bari. Madinah Munawwarah: Maktabah Al-Ghuraba Al-Atsariyah, 1996.
———. Taqrib At-Tahdzib. Suria: Ibnu Rusyd, 1986.
Choeri, Imron, dan Dliyaul Adlha. “Komparasi Konsep Pemenuhan Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Kitab ‘Uqūd al-Lujjain fī Bayān Ḥuqūq al-Zaujain dan Kitab Manba’ al-Sa‘adah.” Istidal: Jurnal Studi Hukum Islam 6, no. 1 (2019).
Faiz, Muhammad Fauzinuddin. “Pemikiran Jamal al-Banna Tentang Relasi Suami Isteri dalam Kitab al-Mar’ah al-Muslimah baina Tahrīr al-Qur’ȃn wa Taqyīd al-Fuqahȃ.” Al-Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum 3, no. 1 (2015).
Haif, Abu Abu. “Perjanjian Hudaibiyah (Cermin Kepiawaian Nabi Muhammad Saw. dalam Berdiplomasi).” Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan 1, no. 01 (2014): 119–31.
Hermanto, Edi. “Implementasi Teori Tafsir Gerak Ganda Fazlur Rahman Pada Buku Ajar Al-Qur’an Dan Hadist.” Jurnal An-nida’ Jurnal Pemikiran Islam Vol. 41 No. 1 (Juni 2017).
Ibnu Faris, Ahmad. Maqayis Al-Lughah. Dar Al-Fikr, 1979.
Ibnu Mandzur. Lisan al-Arab. Beirut: Dar Shadir, 1994.
Idris, Abdulfatah. “Studi Analisis Takhrij Hadis-Hadis Prediktif dalam Kitab Al-Bukhari.” Ujjah, 2012.
Imtihanah, Anis Hidayatul. “Relasi Gender Keluarga Jama’ah Tabligh.” Journal for Integrative Islamic Studies 3, no. 1 (2017).
Kodir, Faqihuddin Abdul. “Isu Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Teks-teks dan Kajian Tafsir Hadits.” Jurnal Islam Indonesia 2, no. 01 (2010).
———. Qira>’ah Muba>dalah. Yogyakarta: IRCiSoD, 2019.
Modjo, M Ikhsan. “Memetakan Jalan Penguatan Ekonomi Pasca Pandemi.” The Indonesian Journal of Development Planning 4, no. 2 (2020): 103–16.
Muhtador, Mohamad. “Analisis Gender: Membaca Perempuan dalam Hadis Misoginis (Usaha Kontekstualisasi Nilai Kemanusiaan).” Jurnal Buana Gender 2, no. 1 (2017).
Mustaqim, Abdul. Epistemologi Tafsir Kontemporer. Yogyakarta: LKiS, 2011.
Pantan, Frans, dan Priskila Issak Benyamin. “Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak pada Masa Pandemi Covid-19.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 3, no. 1 (2020): 13–24.
Rahman, Fazlur. Islam & modernity: transformation of an intellectual tradition. Publications of the Center for Middle Eastern Studies, no. 15. Chicago: University of Chicago Press, 1982.
———. Islam dan Modernitas: Tentang Transformasi Intelektual, terj. Ahsin Muhammad. Vol. 2. Bandung: Pustaka, 1995.
Ramadhana, Maulana Rezi. “Mempersiapkan Ketahanan Keluarga Selama Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi Covid-19.” Jurnal Kependudukan Indonesia, 2020, 61–68.
———. “Mempersiapkan Ketahanan Keluarga Selama Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi Covid-19.” Jurnal Kependudukan Indonesia, 2020, 61–68.
Rofiah, N Nafisatur. “Poligami Perspektif Teori Double Movement Fazlur Rahman.” MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial 4, no. 1 (2020): 1–7.
Sucipto, Sucipto. “Konsep Hermeneutika Fazlur Rahman Dan Impilikasinya Terhadap Eksistensi Hukum Islam.” Asas: Jurnal Hukum Ekonomi Syari’ah Vol 4, No 2 (2012).
Surahmat, Surahmat. “Potret Ideal Relasi Suami Istri (Telaah Pemikiran Hadith Shaikh Nawawi Al-Bantani).” UNIVERSUM : Jurnal KeIslaman Dan Kebudayaan 9, no. 1 (1 Januari 2015). https://doi.org/10.30762/universum.v9i1.77.
Syamruddin, Syamruddin. “Hermeneutika Fazlur Rahman: Upaya Membangun Harmoni Teologi, Etika, Dan Hukum.” MIQOT Vol. XXXV No. 2 (Juli 2011).
Ulya, Ulya. “Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman: Menuju Penetapan Hukum Bervisi Etis.” Ulul Albab: Jurnal Studi Islam Volume 12, No.2 (2011).
———. “HERMENEUTIKA DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN : Menuju Penetapan Hukum Bervisi Etis.” ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam, 18 September 2013. https://doi.org/10.18860/ua.v0i0.2385.
https://nasional.kompas.com/read/2020/06/03/21392401/komnas-perempuan-kdrt-meningkat-selama-pandemi-covid-19-mayoritas-korban?page=all
https://news.detik.com/berita/d-5162726/kasus-perceraian-di-kabupaten-bogor-meningkat-selama-pandemi-corona
Published
2021-01-06
How to Cite
Hakim, L., Marni, Ratno, Haris, A., Hidayatus, D. T., Mahfuddin, A., Azam, & Fajri, M. (2021). Relasi Pasutri dalam Perspektif Hadis dan Aktualisasinya di Era Pandemi. Ushuluddin International Conference (USICON), 4. Retrieved from http://conference.uin-suka.ac.id/index.php/USICON/article/view/321