Strategi Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. di Masa Pandemi Covid-19

  • Bahrul wafa Students
  • Nilna Milada Azizah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Muhammad Ali Arafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • M. Arif Bakhtiar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ahmad Zamzami UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Aida Mushbirotuz Zahro UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: Maulid Nabi, covid-19, krisis keagamaan, pendapat ulama’

Abstract

Masa pandemi covid-19 tahun 2020 ini merupakan satu hal yang sama sekali tidak diharapkan oleh masyarakat. Berbagai kegiatan mendadak lockdown dan harus rela kehilangan aktivitas yang mengharuskan diadakan secara bersama dan dihadiri oleh banyak orang. Pemerintah telah berupaya besar mengatasi masalah ini, mulai dari menjaga jarak satu sama lain, sering cuci tangan, memakai masker, dan tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Khusus dalam hal keagamaan, timbullah polemik di antara kalangan masyarakat maupun pemerintah menyikapi boleh atau tidaknya penyelenggaraan kegiatan agama berskala besar. Sedangkan keadaan saat ini sedang mengharuskan untuk tutup rapat. Seperti halnya, perayaan maulid nabi yang biasanya diselenggarakan dengan berbagai tradisi di masing-masing daerah, kini tidak lagi diperbolehkan, kecuali hanya mengajak warga sekitar dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Penundaan kegiatan maulid nabi sementara waktu bisa jadi menimbulkan rasa acuh dan tidak peduli dengan tradisi. Tidak adanya perayaan juga bisa sedikit demi sedikit mengikis pemikiran masyarakat bahwa maulid Nabi bukanlah suatu hal yang urgent. Padahal seperti kita tau, pengetahuan tentang kelahiran insan panutan sepanjang zaman tersebut adalah peristiwa luar bisa yang harus dibanggakan umat Islam. Maka dari itu, perlu adanya upaya yang tepat tentang bagaimana kegiatan ini dilaksanakan. Takutnya, suatu saat terjadi krisis keagamaan sehingga berdampak besar bagi kehidupan masyarakat. Mengingat agama merupakan suatu hal yang signifikan dalam mempengaruhi pola hidup manusia. Tulisan ini akan menyinggung sedikit tentang lembaga-lembaga islam, ormas Islam, dalam menciptakan strategi untuk menjaga kegiatan agama tetap berjalan. Didukung dengan banyak fatwa dari para ulama’ terkemuka di Indonesia dalam menangani krisis keagamaan di masa pandemi ini.

References

A.W.Munawwir, Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia (Yogyakarta: Pustaka Progresif, 1984), 1580
Abd. Al-Rahman Al-Suyuthi, Husnu Al-Maqsub: Fi Amali Al-Maulid (Beirut: Darul kutub Al-ilmiyah, 1985), 43-45
Abdurrahman Navis, “AULA” Majalah Nahdlatul Ulama’ (No.03 Tahun XXXI Maret 2009), 79-80
Ahmad fauzy,Taat pada rosul dan pemerintah hal 4 dan 5
Al-Qur’an Terjemah Indonesia
Dr. Budiyono. Kebebasan Beragama dalam Dokumen Hak Asasi Manusia Internasional. t.t., 18
Fatmawati. Perlindungan Hak atas Kebebasan Beragama dan Beribadah dalam Negara Hukum Indonesia. dalam jurnal konstitusi Vol. 8 No. 4 Agustus 2011
http://www.knowledge-leader.net/2011/02/sejarah-tradisi-maulid/ (diakses pada 7 November 2020, pukul 7:42)
https://kalam.sindonews.com/berita/1456707/70/sejarah-maulid-nabi-dan-dalil-yang membolehkannya?showpage=all
https://phinemo.com/kenapa-maulid-nabi-dirayakan-di-indonesia-tapi-dilarang-di-arab-saudi/ (diakses pada tanggal 07 November 2020, pukul 6:38)
https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/qixoxr430 (diakses pada 7 November 2020, pukul 8:20)
Misbahul Anam, Ahmad. 2020. Pola Lembaga Keagamaan dalamMerespon Wabah Covid-19. Jurnal Da’wah Vol. 3 No.1 2020
News terkini, Facebook lite
Waskito, A.M. 2014. Pro dan Kontra Maulid Nabi. Jakarta Timur : PUSTAKA AL-KAUTSAR : 2014
Published
2020-11-30
How to Cite
Bahrul wafa, Azizah , N. M., Arafat , M. A., Bakhtiar , M. A., Zamzami , A., & Zahro , A. M. (2020). Strategi Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. di Masa Pandemi Covid-19. Ushuluddin International Conference (USICON), 4. Retrieved from http://conference.uin-suka.ac.id/index.php/USICON/article/view/326