Manajemen Pengasuhan Anak Autis di Pesantren

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Ratna Hestiana
Zainal Arifin

Abstract

Artikel ini mengkaji secara mendalam bagaimana manajemen pengasuhan anak Autis di Pondok Pesantren Ainul Yakin Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Validasi data kualitatif menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manajemen pengasuhan anak Autis di Pondok Pesantren Ainul Yakin berbasis assessment dan treatment untuk memberikan pelayanan pendidikan yang humanis. Kurikulum yang digunakan dalam memberikan pengasuhan disebut Isma Learning Therapy School. Pola Pengasuhan menggunakan pendekatan permisif, tapi juga tegas karena anak Autis perlu bimbingan.Faktor pendukung dalam manajemen pengasuhan anak Autisadanya rasa simpatik pengasuh dan guru kepada anak Autis dan kondisi santri yang tinggal di pesantren sehingga mudah dibimbing,sedangkan faktor penghambatnya meliputi kesejahteraan (gaji) yang kurang memadai, kecemburuan sesama guru, sikap guru yang mengabaikan tugas, dan kondisi psikologi anak Autis.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Hestiana, R., & Arifin, Z. (2020). Manajemen Pengasuhan Anak Autis di Pesantren. ACIECE, 1, 111-126. Retrieved from http://conference.uin-suka.ac.id/index.php/aciece/article/view/47