Model Pembelajaran untuk Anak Tunarungu Pada Mata Kuliah Tata Busana

  • Wahyu Eka Priana Sukmawaty Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK” Yogyakarta
Keywords: model pembelajaran, kelas inklusif, tunarungu, matakuliah tata busana, learning model, deaf, fashion course, inclusive class

Abstract

This study aims to determine the appropriate learning model applied to Deaf Children in Clothing Courses in the Revolutionary Era 4.0. this type of research is qualitative research. The subjects of the study were the Deaf Students in Akademi Kesejahteraan Sosial AKK (AKS-AKK). Data sources are divided into two primary data and secondary data. For primary data obtained of fashion design lecturers and deaf students. As for secondary data obtained from journals and books that fit the theme of this study. Data collection techniques carried out namely through observation techniques, interview techniques, and documentation. For data collection instruments, the researcher himself uses interview sheets and a camera for documentation. The triangulation technique used in this study is a combination of source triangulation and triangulation technique. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data display, and conclusion. The results of this study are that there are several learning models that can be applied to Deaf Children in Clothing Practice courses, including: 1) the silent demonstration learning model; 2) learning model example non example; 3) critical incident learning model; 4) picture and picture learning models; 5) the Teams Games Tournament (TGT) learning model; and 6) Practice Rehearsal Pairs learning model.

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model pembelajaran yang tepat diterapkan untuk Anak Tunarungu pada mata kuliah Tata Busana di Era revolusi 4.0. Jenis penelitian ini yakni penelitian kualitatif. Subyek penelitian yakni Mahasiswa Tunarungu Prodi Tata Busana di Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK” Yogyakarta (AKS-AKK). Sumber data terbagi terbagi atas dua yani data primer dan data sekunder. Untuk data primer diperoleh dari Dosen Tata Busana dan mahasiswa tunarungu. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari jurnal dan buku yang sesuai dengan tema penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yakni melalui Teknik observasi, Teknik wawancara, dan dokumentasi. Untuk instrumen pengumpulan data yakni peneliti sendiri dengan menggunakan alat bantu lembar wawancara dan kamera untuk dokumentasi. Teknik Trianggulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi trianggulasi sumber dan trianggulasi Teknik. Analisis data dilakukan melalui tahapan data reduction, data display, and conclusion. Adapun hasil dari penelitian ini yakni terdapat beberapa model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk Anak Tunarungu pada mata kuliah praktik Tata Busana antara lain: 1) model pembelajaran silent demonstration; 2) model pembelajaran example non example; 3) model pembelajaran critical incident; 4) model pembelajaran picture and picture; 5) model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT); dan 6) model pembelajaran Practice Rehearsal Pairs.

References

Abidah, Z., & Samawi, A. (2014). Penggunaan Model Pembelajaran Example Non Example Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Tunagrahita Kelas VII. JURNAL ORTOPEDAGOGIA, 1(3), 205–211.
Anjarsari, R., Triwoelandari, R., & Arif, S. (2019). Pengaruh Strategi Critical Incident (Pengalaman Penting) terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqh Kelas VII di MTS Kota Bogor. Jurnal Aksara Public, 3(4), 140–150.
Astriani, R. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Example Non Example Berbantu Media Gaser Terhadap Ketrampilan Menulis Deskripsi Siswa Kelas IV SDN Ngesrep 01. Jurnal Pendas Mahakam, 2(1), 91–99. Retrieved from https://jurnal.fkip-uwgm.ac.id/index.php/pendasmahakam/article/view/99
Astutik, A. P. (2014). Penngunaan Metode Team Game Tournament Untuk Meningkatkan Keterampilan Berceria Pada Anak Autis. Jurnal Ortopedagogia, 1(3), 245–250.
Atmawati, Y., & Mahmudah, S. (2014). Pengaruh Metode Example Non Example terhadap Kemampuan Pemahaman Energi dalam Kehidupan Sehari-hari Anak Tunagrahita Ringan di SLB-C Putra Harapan Bojonegoro. Jurnal Pendidikan Khusus, 6(6), 1–4.
Budiyanto, M. A. K. (2011). Implementasi Pembelajaran Critical Incident Untuk Meningkatkan Pencapaian Kompetensi Mata Kuliah Ilmu Gizi. Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan, 1(1), 1–8.
Darma, I. P., & Rusyidi, B. (2015). Pelaksanaan Sekolah Inklusi Di Indonesia. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 223–227. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i2.13530
Efendi, J., & Ningsih, M. Y. (2017). Keterampilan Membuat Gantungan Kunci Manik-Manik Melalui Metode Practice Rehearsal Pairs pada Anak Tunarungu. I.
Elisa, S., & Wrastari, A. T. (2013). Sikap Guru Terhadap Pendidikan Inklusi Ditinjau Dari Faktor Pembentuk Sikap. Jurnal Psikologi Perkembangan Dan Pendidikan, 2(01), 1–10.
Gulo, M., & Tamba, L. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Silent Demonstration Terhadap Kemampuan Menulis Teks Prosedur Siswa kelas VIII SMP Budi Murni 3 Medan. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Dan Sastra (Pendistra), 2(1), 46–55.
Hasriani. (2015). Penerimaan Diri (Self-Accaptance) Pada Penyandang Tunarungu.
Indonesia, M. P. N. R. Permen Nomor 70 Tahun 2009. , (2009).
Indonesia, P. R. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. , Pub. L. No. Nomor 20 Tahun 2003, 1 (2003).
Indriani, F., & Satrianawati, S. (2018). Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi Berbasis Nilai-Nilai Pancasila Di Sd Negeri Taman Sari Kota Yogyakarta. Jurnal Penelitian Pendidikan, 35(2), 143–154. https://doi.org/10.15294/jpp.v35i2.15426
Lukitasari, S. W., Sulasmono, B. S., & Iriani, A. (2017). Evaluasi Implementasi Kebijakan Pendidikan Inklusi. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 4(2), 121–134. https://doi.org/10.24246/j.jk.2017.v4.i2.p121-134
Noviana, E., & Okimustava. (2016). Penggunaan Metode Pembelajaran Teams Games Tournament ( TGT ) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Balajar. Jurnal Riset Dan Kajian Pendidikan Fisika UAD, 3(1), 16–18.
Nurhemy, T. N., Santosa, S., & Probosari, R. M. (2011). Penerapan Active Learning dengan Silent Demonstration Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Surakarta. Jurnal Pendidikan Biologi, 01(3), 61–71.
Putri Suyanti, Nurdinah Hanifah, D. T. S. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Example non Example Pada Materi Tokoh-tokoh Sejarah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa kelas V SDN Gunungsari. Jurnal Pena Ilmiah, 2(1), 2051–2060. Retrieved from ejournal.upi.edu/index.php/penailmiah/article/download/3566/pdf%0A%0A
Rahmawati, R. (2019). Teams Games Tournament (TGT) sebagai strategi mengaktifkan kelas dengan mahasiswa yang mengalami hambatan komunikasi. JPK (Jurnal Pendidikan Khusus), 14(2), 70–76.
Sarbani. (2014). Manajemen Pembelajaran Bahasa Indonesia Anak Tunarungu SLB Wiyata Dharma I Sleman. Penelitian Ilmu Pendidikan, 7(2), 28–36.
Wahidmurni. (2017). Pemaparan Metode Penelitian Kualitatif. In Chemosphere. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2018.01.013
Widyawati, W. Y. (2019). Keefektifan Model Pembelajaran Picture and Picture Dalam Keterampilan Menulis Untuk Tingkat Universitas. Jurnal Kredo, 2(2), 226–241.
Wulandari, S., & Marlina. (2018). Meningkatkan Kemampuan Menulis Kalimat Dengan Model Pembelajaran Picture and Picture Bagi Anak Tunarungu Kelas VIII di SLB Negeri 2 Padang. Jurnal Penelitian Pendidikan Kebutuhan Khusus, 6(1), 268–274.
Yanti, R. (2016). Pengaruh strategi pembelajaran Critical Incident Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Pada Mata Pelajaran PKN di SMA Negeri 1 Tanjung Raja. Jurnal Ilmiah Citizen, 1(2), 162–171.
Published
2020-07-07
How to Cite
Wahyu Eka Priana Sukmawaty. (2020). Model Pembelajaran untuk Anak Tunarungu Pada Mata Kuliah Tata Busana . The Indonesian Conference on Disability Studies and Inclusive Education, 1, 111-124. Retrieved from http://conference.uin-suka.ac.id/index.php/icodie/article/view/16