Smart Health-BOX (SH-BOX): INOVASI PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG UDANG DAN LIMBAH DAUN NANAS UNTUK PENYERAPAN RESIDU PESTISIDA PADA BUAH DAN SAYUR DALAM MENJAGA KESEHATAN PASCA COVID-19 DI INDONESIA

Authors

  • Mukhlis Ibrahim
  • Muthia Zahra Mutmainnah

Keywords:

Buah dan Sayur, SH-BOX, Pandemi Covid-19

Abstract

Pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat Indonesia. Sejak diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) banyak instansi atau perusahaan yang bangkrut dan berujung pada pemberhentian kerja para karyawan. Banyaknya masyarakat yang terpapar Covid-19 dan menyebabkan banyaknya kehilangan pekerjaannya bahkan jatuh miskin sehingga tingkat keamanan masayarakat dalam mengkonsumsi makanan untuk menjaga kesehatan juga menjadi rendah. Komoditas sayuran dan buah-buahan menjadi pilihan konsumsi utama bagi masyarakat karena harga yang relatif murah dan mudah untuk didapatkan sebagai upaya mereka untuk meningkatkan taraf kesehatan. Sayangnya keingingan masyarakat untuk menikmati hidup sehat ini terhambat oleh keberadaan residu pestisida yang berlebih di sayuran dan buahbuahan. Pestisida yang merupakan senyawa kimia dapat menimbulkan dampak merugikan bila masuk ke dalam sistem metabolisme manusia. Inovasi yang dilakukan dalam penanggulangan permasalahan adalah Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan penanggulangan yang dapat menyerap residu pestisida pada buah dan sayur agar aman bagi kesehatan manusia yaitu dengan menciptakan inovasi alat ramah lingkungan, ekonomis, mudah diterapkan oleh masyarakat yang dirancang dalam bentuk kotak yang diberi nama Smart Health-BOX (SH-BOX). SH-BOX merupakan teknologi yang dapat menyerap residu pestisida yang dibuat dari bahan dasar limbah cangkang udang dan limbah daun nanas yang tidak digunakan oleh masyarakat sehingga juga menjadi solusi menangani permasalahan lingkungan di Indonesia.

References

Downloads

Published

2023-02-25