Peran Ganda Istri dalam Membangun Keluarga Ideal di Kota Padangsdimpuan Ditinjau dari Maqasid Syariah dan Feminisme

Authors

  • Muhammad Ridwan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

DOI:

https://doi.org/10.14421/aicols.v7i1.1314

Keywords:

Dual Role of Wife, Building an Ideal Family, Maqasid Syariah

Abstract

This research aims to examine the dual role of wives in building an ideal family in terms of Maqasid Syariah. Uniquely, some residents of Padangsidimpuan City only have odd jobs (unclear). Families are increasingly required to be able to meet household needs according to their abilities, so some heads of families (husbands) decide to work outside the city (migrate) to be able to fulfill them. This research uses qualitative, while the data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The results of this research show that the concept used in building an ideal family is that each family must fulfill physiological needs, a sense of comfort or protection, a sense of affection, a sense of mutual respect and fulfill self-actualization needs (for husband and wife). These five needs cannot be implemented ideally, because of the difficulty in dividing time in carrying out roles (being dual), and ultimately not being able to produce offspring (hifz nasl). Therefore, maqasid sharia views that to avoid dual roles in the household, husband and wife must work together in all matters, including providing a living (hifz mal) in the family, paying for children's education, and caring for children (hadhanah).

 

[Penelitian ini bertujuan untuk menilik peran ganda istri dalam membangun keluarga ideal ditinjau dari Maqasid Syariah. Uniknya, sebagian masyarakat Kota Padangsidimpuan hanya mempunyai pekerjaaan serabutan (tidak jelas). Keluarga semakin dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sesuai kemampuannya, sehingga beberapa kepala keluarga (suami) memutuskan untuk bekerja di luar kota (merantau) untuk bisa memenuhinya. Penelitian ini menggunakan kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep yang digunakan dalam membangun keluarga ideal adalah setiap keluarga harus memenuhi kebutuhan fisiologis, rasa nyaman atau perlindungan, rasa kasih sayang, rasa saling menghargai dan memenuhi kebutuhan aktualisasi diri (bagi suami dan istri). Kelima kebutuhan tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan ideal, karena kesulitan membagi waktu dalam menjalankan peran (menjadi ganda), dan akhirnya tidak bisa memberikan keturunan (hifz nasl). Oleh karenanya, maqasid syariah memandang bahwa untuk mengindari terjadinya peran ganda dalam rumah tangga maka suami dan istri harus bekerja sama dalam hal apapun, termasuk memenuhi nafkah (hifz mal) dalam keluarga, biaya pendidikan anak, dan merawat anak (hadhanah).]

References

Downloads

Published

2023-11-08