PEMBELAJARAN LITERASI PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Keywords:
Pembelajaran, Literasi, Literasi Bahasa Indonesia.Abstract
Literasi merupakan kemampuan yang penting untuk dimiliki siswa. Melalui kemampuan
literasi siswa mampu berpikir secara kritis untuk mempertimbangkan pemecahan
masalah berkaitan dengan ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, matematika
ataupun kehidupan nyata siswa. Pembelajaran literasi perlu mendapatkan perhatian untuk
dikembangkan karena pembelajaran literasi yang baik dapat mewujudkan generasi literat.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran literasi, hasil
pembelajaran literasi, hambatan dan upaya mengatasi hambatan pelaksanaan
pembelajaran literasi. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber
data meliputi informan, dokumentasi dan peristiwa. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan observasi, wawancara dan analisis dokumen. Validasi keabsahan data dilakukan
dengan triangulasi data, triangulasi metode dan analisis data informan. Teknik analisis
data yang digunakan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian
menunjukkan 1) pembelajaran literasi dilakukan dengan tiga tahap yaitu perencanaan,
pelaksaan dan evaluasi, 2) hasil pembelajran literasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia
di MI NU Kraksaan Probolinggo telah mencapai penilaian sangat baik. Keterampilan
menyimak mencapai prosentase 81%, keterampilan membaca 84%, keterampilan
berbicara 83%, keterampilan menulis 84%. Selain itu, berdasarkan dokumen kunjungan
perpustakaan, diperoleh data bahwa 78% siswa melakukan kunjungan setiap bulan. 3)
Hambatan pembelajatan literasi meliputi kesulitan guru membangun kemampuan
berpikir kritis siswa, kesulitan siswa menulis tegak bersambung, kecenderungan siswa
membaca cepat tanpa melakukan pemahaman isi dan intonasi, keterbatasan pengelola
majalah dinding, minat baca yan tinggi namun buku referensi masih kurang, 4) Upaya
mengatasi hambatan melalui pembiasan pemberian stimulasi pertanyaan, membuat
program LAKHAR menulis tegak bersambung, pemberian penjelasan terkait pentingnya
pemahaman isi bacaan, kerjasama pengelola majalah dinding dengan guru kelas dan
penambahan buku referensi.
