KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA PASCA PANDEMI KELAS I MIN 14 HULU SUNGAI TENGAH KALIMANTAN SELATAN
Keywords:
analisis kesulitan, membaca permulaan, pasca pandemicAbstract
Penelitian ini dilakukan karena banyak siswa usia sekolah dasar maupun madrasah Ibtidaiyah yang
mengalami ketertinggalan belajar sebagai dampak dari pandemi, terutama dalam hal membaca permulaan
di kelas rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pembelajaran
membaca permulaan di era new normal dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang
terjadi. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif, suatu pendekatan yang sifatnya mendasar dan
naturalis atau bersifat alami dan dilengkapi dengan data kuantitatif sederhana. Penelitian dilakukan pada
siswa kelas 1 MIN 14 Hulu Sungai Tengah semester satu tahun ajaran 2021/2022. Jumlah responden terdiri
dari 19 siswa dan 1 orang guru kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan
dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pada aspek visual memory dan phonological
memory terdapat 94, 74% siswa yang tuntas dan 36,84 yang tuntas pada aspek semantic memory.
Berdasarkan hasil penelitian, faktor pendukung membaca permulaan faktor intelektual yang membuat
kecerdasan siswa, faktor lingkungan, motivasi dan minat. Sedangkan faktor penghambat membaca
permulaan ialah faktor intelektual yang membuat siswa lamban dalam membaca, faktor lingkungan
dikarenakan kurang perhatian orang tua, faktor minat dan motivasi.
