STUDI ANALISIS KESIAPAN GURU DAN SISWA DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM PADA MADRASAH IBTIDAIYAH
Keywords:
assessmen kompetensi minimum, kesiapan siswa, literasi numerasiAbstract
Salah satu program pemerintah ialah mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Penilaian Asesmen Nasional
yang mencakup tiga hal yaitu Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan
Belajar. Penerapan Asesmen Kompetensi Minimun bukan hal yang mudah karena memerlukan kesiapan
yang maksimal, baik dari siswa, sekolah dan terutama adalah guru. Penelitian ini berfokus pada penelitian
campuran kuantitatif-kualitatif karena selain menguji data tingkat pengaruh, penelitian ini juga
menggambarkan keadaan atau status fenomena. Fenomena yang dimaksud dalam penilitian ini yaitu
tentang analisis kesiapan guru dan siswa dalam menerapkan kebijakan Assesmen Kriteria Minimum
(AKM) pada 2 sekolah yaitu MI PUI Kuningan dan MI Raudlatul Mubtadiin Kabupaten Cirebon. Dalam
menyajikan data, penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu : kualitatif-kuantitatif. Penelitian ini
dilakukan di dengan populasi dan sampel yang berjumlah 13 orang siswa dan 2 orang guru. Data
dikumpulkan melalui: pertama, teknik kualitatif melalui interview dan observasi, pada level ini olah data
diawali dengan reduksi data, pemaparan data, verifikasi dan menyimpulkan. Selanjutnya untuk menguji
keabsahan data itu, dilakukan dengan uji teknik perpanjangan hadirnya peneliti dilapangan, observasi lebih
dalam, trianggulasi dan identifikasi hasil yang sesuai. Kedua, teknik kuantitatif dengan instrumen tes,
penyebaran angket dan dokumentasi. Setelah data terkumpul selanjutnya akan dianalisis hipotesis dengan
menggunakan uji t test. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa penguatan literasi numerasi diharuskan
bagi guru dan siswa dalam menuju Asesmen Kompetensi Minimum. Penguatan literasi numerasi dapat
dilakukan melalui penambahan jam pembelajaran, perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran
yang berorientasi pada literasni numerasi. Selanjutnya hasil uji t analisis menggunakan SPSS diketahui
nilai sig. 0,834 > 0,05 hal ini berarti H0 diterima karena nilai sig > 0,05. Hal ini menandakan bahwa tidak
ada pengaruh literasi numerasi terhadap kesiapan siswa menuju Asesmen Kompetensi Minimum.
Sedangkan dari hasil interview guru diperoleh bahwa minimnya wawasan guru dan siswa mengenai AKM
mengakibatkan kebingungan dalam penerapannya di lapangan.
