Telaah terhadap Konsep Hifz An-Nafs dalam Kebijakan Majelis Ulama Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

  • Dian Aulia Uin Sunan Kalijaga
  • M. Basyir F. M. S
  • M. Zaid Adnan
  • Andi Rabiatun
  • M. Ridho Lubis
  • Siska Helma Hera

Abstract

Abstract

At the end of 2019, the Covid-19 virus surprisingly emerged, which quickly spread to various parts of the world. WHO (World Health Organization) as a world health organization responds to this and expresses an attitude that this is a global pandemic. WHO calls on people to maintain their distance from each other and comply with health protocols. Based on the statement, this regulation has an impact on religious rituals, one of them is Muslims, such as congregational prayers, Friday prayers to the implementation of Hajj and Umrah. MUI issued a fatwa related to this issue, one of which carried the concept of Hifz an-Nafs, namely protecting oneself, which is one of the concepts of al-Dhoruriyat al-Khams or often referred to as Maqashid as-Shari'ah. This concept cannot be separated from the polemic among the community, because of the clash between biological and theological problems. By using the Maqasid as-Shari'ah Jasser Auda approach to dissect the Hifz an-Nafs issue raised by the MUI.

 

Keywords: MUI, Hifz an-Nafs, Covid-19

Abstrak

Pada akhir tahun 2019 lalu secara mengejutkan muncul virus Covid-19 yang dengan cepatnya menyebar ke berbagai belahan dunia. WHO (World Health Organization) sebagai organisasi kesehatan dunia menanggapi hal tersebut dan menyatakan sikap bahwa ini merupakan pandemic global. WHO  menghimbau agar masyarakat saling menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan. Berangkat dari pernyataan tersebut, tentu sangat berdampak terhadap ritual keagamaan terutama umat muslim seperti shalat berjamaah, shalat jum’at hingga pelaksanaan haji dan umroh. Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa terkait persoalan tersebut yang salah satunya mengusung konsep Hifz an-Nafs yakni menjaga diri, yang mana konsep tersebut salah satu dari al-Dhoruriyat al-Khams atau sering disebut juga dengan Maqashid as-syari’ah. Konsep tersebut tidak lepas dari polemik dikalangan masyarkat, sebab adanya benturan antara permasalahan biologis dan teologis. Dengan menggunakan pendekatan Maqasid as-syari’ah Jasser auda guna membedah persoalan Hifz an-Nafs  yang diusung oleh MUI tersebut.

 

Kata Kunci: MUI, Hifz an-Nafs, Covid-19

Published
2021-01-06
How to Cite
Dian Aulia, M. Basyir F. M. S, M. Zaid Adnan, Andi Rabiatun, M. Ridho Lubis, & Siska Helma Hera. (2021). Telaah terhadap Konsep Hifz An-Nafs dalam Kebijakan Majelis Ulama Indonesia di Masa Pandemi Covid-19. Ushuluddin International Conference (USICON), 4. Retrieved from http://conference.uin-suka.ac.id/index.php/USICON/article/view/282