Kartu Kredit sebagai Media Pembelajaran Matematika di Madrasah Ibtidaiyah

Authors

  • Sri Wahyuni Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Sleman

Keywords:

Kartu Kredit, Media Pembelajaran

Abstract

Sebagian besar siswa tidak menyukai belajar matematika. Matematika dianggap pelajaran yang sulit dimengerti, bersifat abstrak. Sebenarnya banyak ketidak sukaan pada pelajaran matematika disebabkan beberapa sebab antara lain; materi yang sulit, cara guru mengajarkan tidak menyenangkan, kurangnya penguasaan materi guru pengajar, siswa tidak ada pilihan lain harus belajar matematika. Kartu kredit merupakan salah satu upaya meningkatkan minat siswa untuk mempelajari matematika. Kartu kredit adalah salah satu media yang dapat melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran dimana siswa sebagai subyek pembelajaran. Kartu kredit bisa digunakan untuk tes atau untuk pendalaman materi. Setiap siswa mengambil kartu soal satu per satu, dengan demikian tidak ada siswa satupun yang tidak aktif. Dengan adanya penukaran kartu, siswa dituntut menyelesaikan segera setelah mendapat kartu. Hal ini melatih siswa belajar tidak menunda-nunda pekerjaan. Siswa segera menukar kartu dengan nomor yang lain agar dapat menyelesaikan semua soal yang ditentukan. Pemakaian kartu seperti ini melatih kejujuran siswa. Mungkin saja siswa yang tidak jujur akan mengambil lebih dari satu, bahkan bisa mencelakakan teman yang lain dengan harapan nilai dirinya paling tinggi. Pengawasan guru sangat dibutuhkan agar siswa tidak berbuat curang.Ada kompetisi yang sehat antar siswa. Pelaksanaan dilakukan dengan fair.

References

Downloads

Published

2022-12-25

Issue

Section

Articles

How to Cite

Kartu Kredit sebagai Media Pembelajaran Matematika di Madrasah Ibtidaiyah. (2022). Proceeding Annual Conference on Madrasah Teacher, 1. https://conference.uin-suka.ac.id/index.php/ACoMT/article/view/1010