Pelatihan Kompetensi Guru untuk Menentukan Peningkatan KKM di MI Binaan Wonosari-Gunungkidul Tahun 2017
Keywords:
Pelatihan, Kompetensi Guru, Peningkatan KKMAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan pelatihan penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal dengan harapan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal pada masing- masing mata pelajaran. Penelitian ini adalah penelitian tindakan (Action Research), jenis tindakan yang digunakan adalah supervisi akademik tehnik pelatihan, dengan metode ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menentukan KKM sebagaimana yang diharapkan. Tempat pelatihan di MI Darul Qur an Wonosari Gunungkidul. Dampak yang diharapkan dalam tindakan penelitian ini adalah terjadinya peningkatan kompetensi guru dalam menentukan KKM dan mengimplementasikannya dalam penyusunan KKM mata pelajaran pada lembaganya masing-masing. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilakukan sebanyak 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 4 kegiatan, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), danrefleksi (reflecting). Proses ini dilakukan dengan menggunakan tahapan kegiatan mulai dari siklus I yang hasilnya adalahsebagai berikut: 6 orang guru (60%) masuk dalam katagori cukup, 3 orang guru (30%) masuk katagori baik dan 1 orang guru (10%) masuk katagori amat baik. Data menunjukkan pada siklus I masih terdapat 6 orang (60%) guru yang masuk pada kriteria cukup, pada siklus yang ke II menunjukkan hasil 7 orang guru (80%) masuk dalam katagori baik dan 3 orang guru (30%) masuk katagori amat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik teknik pelatihan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal dengan hasil observasi Kegiatan Penentuan KKM yang menunjukkan kompetensi guru meningkat signifikan dengan capaian sudah melebihi standar yang ditetapkan yaitu > 81% .
