Peningkatan Keaktifan Siswa dalam Pembuatan Olahan Buah Melalui Project-based learning di MTs N 3 Kulon Progo
Keywords:
Keaktifan Siswa, Pembuatan Olahan Buah, Project-Based LearningAbstract
Kajian berdasarkan kenyataan bahwa keaktifan siswa dalam pembuatan olahan buah menjadi makanan dan minuman masih kurang dan rendah sehingga siswa mengalami kesulitan untuk bekerja sama berkelompok menyelesaikan tugas pengolahan ini. Kajian ini dilaksanakan di MTs N 3 Kulon Progo pada bulan juli- oktober 2022. Pembelajaran berbasis proyek merupakan suatu pendekatan instruksi yang mengajarkan suatu konsep kurikulum yang didukung prinsip pengajaran yang berpusat pada siswa, otonomi siswa, pembelajaran kolaboratif, dan pembelajaran melalui tugas. Kajian ini memberikan alasan tentang penerapan PjBL untuk merancang suatu proyek dan keaktifan siswa di kelas. Tujuan kajian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembuatan olahan buah dengan menggunakan model pembelajaran project-based learning (PjBL). Pertemuan pertama dalam kegiatan inti pelaksanaan pembelajaran mempraktekkan tiga sintak pertama PjBL, yaitu 1) pertanyaan mendasar, 2) mendesain perencanaan produk, 3) menyusun jadwal pembuatan. Pertemuan kedua yaitu 4) memonitoring keaktifan dan perkembangan proyek, 5) menguji hasil. Pertemuan ketiga atau terakhir yaitu 6) evaluasi pengalaman belajar. Pembahasan dalam kajian ini nampak mengindentifikasi bahwa penggunaan PjBL dalam proyek tersebut menunjukkan tingkat keaktifan siswa yang tinggi dan praktek pengajaran guru yang inovatif. Akhirnya kajian ini berharap untuk memberikan guru prakarya yang mempunyai praktek pengajaran serupa dengan ide praktis yang mereka bisa modifikasi dan kembangkan untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam kelas mereka dan melanjutkan kecenderungan positif pada penerapan PjBL dalam pengajaran dan pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PjBL dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembuatan olahan buah di MTs N 3 Kulon Progo.
