Open Manajerial MTs Negeri 10 Sleman Berbasis Google Drive
Keywords:
Google Drive, Open ManajerialAbstract
Era tahun 1996-1999 merupakan era pahit untuk dunia madrasah. Hal tersebut ditandai dengan
penerimaan peserta didik baru yang sangat sulit memenuhi kuota kelas secara merata di jenjang
madrasah. Kepahitan tersebut menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk komponen
kemadrasahan. Segenap penataan telah dilakukan oleh Kementerian Agama yang berupa
peningkatan sumber daya manusia, perhatian terhadap peningkatan fasilitas pendidikan, penataan
regulasi serta komitmen kuat para guru madrasah untuk berubah. Perubahan pandangan terhadap
madrasah mulai terasa pada tahun 2011-2012. Salah satu indikatornya adalah dari tingkat
kepercayaan masyarakat terhadap madrasah menjadi tinggi dan menjadikan madrasah pada
pilihan pertama, sehingga kuota madrasah khususnya madrasah negeri telah tercukupi atau
bahkan melebihi kuota. Fakta demikian menjadikan tuntutan terhadap madrasah jua semakin
tinggi. Salah satu indikator lembaga pendidikan dikatakan berhasil apabila capaian nilai yang
dihasilkan dapat memenuhi harapan masyarakat. Tuntutan tersebut disadari komponen madrasah
dalam wujud pengembangan diri seluruh sumber daya manusia. Pengembangan keterampilan
para guru begitu masif hingga guru akrab dengan internet secara positif yang dalam bentuk soal
online dirancang oleh guru. Penggunaan IT yang positif merupakan langkah yang ditempuh
madrasah sebagai bentuk mengikuti perkembangan zaman tanpa terseret arus. Peran kepala
madrasah dalam menggerakkan pemahaman dan ketrampilan teknologi menjadi sentral. Teknologi
internet juga dapat teraplikasikan dalam aneka lini yang menjadi kompetensi kepala madrasah
khususnya kompetensi manajerial untuk menuju open managerial. Iklim keterbukaan informasi
dengan menjaga nilai etika dapat diterapkan pada teknologi internet ini untuk menampung
masukan, aspirasi, saran dan koreksi serta kritik dari komponen madrasah dapat terlaksana
dengan bingkai profesional. Keterlibatan secara holistik guru dan pegawai dalam upaya menggali
masukan dan evaluasi dari program kemadrasahan menjadi suatu kemutlakan. Hal tersebut
disebabkan tanpa pelibatan mereka maka tidak akan ada rasa memiliki dan tidak ada rasa
kebanggaan terhadap institusi. Tujuan keterbukaan manajerial pengelolaan madrasah bukan
menjadi suatu prestasi individual kepala madrasah namun menjadi prestasi madrasah secara
kolektif sehingga terwujud madrasah hebat dan bermartabat.
