Upaya Meningkatkan Mutu dan Prestasi Madrasah dengan Membentuk dan Menggerakkan Tim Pengembang
Keywords:
Mutu Madrasah, Prestasi Madrasah, Pengembangan MadrasahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu madrasah dengan membentuk dan menggerakkan tim pengembang, serta meningkatkan prestasi madrasah dengan membentuk dan menggerakkan tim pengembang. Penelitian dilakukan di MTs Negeri Piyungan Bantul. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian guru, karyawan, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tim pengembang MTs Negeri Piyungan dapat meningkatkan mutu madrasah. Hal ini dapat dilihat dari indikator – indikator peningkatan mutu yang telah dicapai. Seperti meningkatnya jumlah pendaftar dan nilai UN siswa baru pada penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2016/2017 dan meningkatnya nilai out put yang dicapai siswa kelas IX. Selain itu juga tumbuhnya budaya mutu dengan melakukan perencanaan, koordinasi dan evaluasi serta pelaporan dalam setiap kegiatan. MTs Negeri Piyungan juga semakin dikenal masyarakat. 2) Tim pengembang MTs Negeri Piyungan berhasil mengemban tugas dengan baik dan dapat meningkatkan prestasi madrasah. Hal ini dapat dilihat dari hasil capaian 6 tim yang dibentuk, yaitu tim giat prestasi yang berhasil meraih 50 penghargaan selama satu tahun masa kerja, tim publikasi madrasah dengan percaya diri dapat membuat rilis sehingga 15 pemberitaan tentang MTs Negeri Piyungan berhasil dimuat di surat kabar. Tim pembiasaan karakter berhasil menggalang pengadaan buku bacaan siswa, guru dan alumni yang terkumpul sebanyak 500 buku, mengadakan pojok buku pada setiap sudut madrasah dan pembiasaan membaca 2x seminggu, memperingati hari kunjung perpustakaan, memberi reward kepada siswa berprestasi, membiasakan bersalaman di gerbang setiap pagi dan membiasakan infaq setiap hari. Tim adiwiyata berhasil menjalankan program jumat bersih, tahfidz, dai dan pemberantasan buta huruf al-qur’an berhasil menggalang pengadaan Al-Qur’an dari guru dan pegawai, dan tim pengembangan riset berhasil menggerakkan empat guru melakukan penelitian tindakan kelas, bahkan lima tulisan guru MTs Negeri Piyungan yang berupa kajian riset di madrasah berhasil di muat di media masa.
