Tantangan Pendidikan Karakter
Keywords:
Pendidikan KarakterAbstract
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Karakter dapat dipahami sebagai ciri khas, perilaku atau watak si pelaku yang secara kasat mata tidak tampak jelas, namun memancar dalam setiap gerak langkah seluruh tindakan yang mencerminkan akhlak seseorang. Pengejawantahan dari karakter itu sendiri, bisa tercermin dalam sikap di antaranya religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab dan lain-lain. Karakter dapat dilihat dalam keseharian berinteraksi dengan lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan demikian karakter dapat dikatakan kebiasaan (habbits) diri dengan penuh kesadaran dalam berperilaku, bertutur kata dan bertindak. Oleh sebab itu karakter sejatinya merupakan watak diri yang dimiliki oleh seseorang yang tercermin dalam berakhlak. Kaitannya dengan tantangan pendidikan karakter dapat dilakukan dengan pembiasaan, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Lingkungan atau mellieu inilah yang menjadikan karakter seseorang terpengaruh pada hal- hal yang baik dan tidak baik.
