Pergeseran Paradigma Keagamaan Dalam New Normal Berbasis Biopolitik di Nusantara

Authors

  • Avina Amalia Mustaghfiroh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Yuna Ulfah Maulina UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Muhammad Anwar Idris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Inayatul Mustautina UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Muhammad Asnajib UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Muhammad Zainul Hasan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Sapta Wahyu Nugroho UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Danang Fachri Adz Dzikri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Zirianti Firda Arina UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Keywords:

paradigma, covid 19, biopolitik, thomas kun

Abstract

Abstrak

Pandemi covid-19 berdampak besar bagi kehidupan beragama masyarakat muslim diseluruh dunia tanpa terkecuali muslim di Indonesia. Hal ini berimplikasi pada pergeseran paradigma keberagamaan umat Muslim di Indonesia dalam berbagai ranah keagamaan, seperti dalam tataran praktis: pelaksanaan sholat berjamaah, tradisi silaturahmi, mengurus jenazah yang semuanya itu harus mengacu pada protokol kesehatan Covid-19. Dalam artikel ini peneliti akan membahas tentang bagaimana perubahan paradigma keagamaan masyarakat indonesia ketika menghadapi New Normal. Untuk dapat mengidentifikasi bagaimana perubahan paradigma keagamaan tersebut, penelitian ini menggunakan Paradigma Thomas Khun dengan enam langkah metodis, yaitu paradigma satu, normal science, terjadi anomali, krisis, kemudian melahirkan scientific revolution kemudian muncul paradigma baru. Apabila menyentuh ranah keberagamaan Islam yang pemeluknya mayoritas di Indonesia, maka tidak lepas dari regulasi kebijakan pemerintah setempat. Maka dari itu, dalam artikel ini juga akan dilihat dari perspektif biopolitik yang menitik beratkan pada sistem politik yang dibuat berdasarkan pertimbangan aspek-aspek biologis. Hasil penelitian ini antara lain menunjukkan adanya pergeseran paradigma beragama, semula masyarakat meyakini bahwa ibadah yang dilakukan bersama-sama, -seperti sholat jamaah, akan memberikan keberkahan yang lebih dari pada dilakukan secara individual. Namun di era new normal paradigma ini mengalami pergeseran dengan pertimbangan keselamatan atau kemaslahatan bersama. Apabila dilihat dari kacamata paradigma Thomas Kuhn, menghasilkan paradigma baru. Pertama, ibadah yang memperhatikan keselamatan tubuh dan jiwa menggambarkan ajaran Islam yang mampu beradaptasi disetiap zaman wa makan, termasuk kala pandemi. Kedua, pemahaman secara kontekstual lebih dikedepankan demi keselamatan dan kemaslahatan umat. Ketiga, prinsip dan praktik keagamaan secara dinamis bernegosiasi dengan kepentingan biopolitik demi melestarikan Islam dan shalih likulli zaman wa makan. Apabila dianalisis menggunakan pendekatan biopolitik, maka kebijakan biopolitik yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai regulasi ibadah di Indonesia sejatinya telah disesuaikan dengan kondisi global yang sedang dilanda pandemi.

Kata kunci; Paradigma, Covid 19, Biopolitik, Thomas Kuhn

References

Published

2021-01-06

How to Cite

Pergeseran Paradigma Keagamaan Dalam New Normal Berbasis Biopolitik di Nusantara. (2021). Ushuluddin International Conference (USICON), 4. https://conference.uin-suka.ac.id/index.php/USICON/article/view/273