KONSEP TAZKIYATUN NAFS DALAM TAFSIR AL-IBRIZ KARYA BISHRI MUSTHAFA (APLIKASI DEKONSTRUKSI JAQUES DERRIDA)

Authors

  • Aty Munshihah
  • M. Riyan Hidayat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Keywords:

Tazkiyatun nafs, Tafsir Al-Ibriz, Dekonstruksi

Abstract

Tazkiyatun nafs biasa diartikan dengan penyucian jiwa atau hati melalui proses takhalli, tahalli, dan tajalli. Proses ini cenderung menggambarkan kebersihan hati seseorang dengan cara memperbaiki hubungan diri dengan Sang Tuhan. Kendati demikian, manusia yang berstatus makhluk sosial tidaklah dapat terlepas dari menguhubungkan diri dengan sesama, terlebih di masa pandemi COVID-19 seperti ini, pola gerak yang terbatas mengakibatkan sebagian orang mengalami hambatan salah satunya dari segi finansial hingga akhirnya sudah sepatutnya kepada sesama saling bahu membahu.  Maka dari itu dibutuhkanlah keseimbangan di antara keduanya guna terciptanya kehidupan yang damai nan tentram. Penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan dalam menemukan point penting menuju pembersihan hati seseorang. Dengan menggunakan metode analisis-deskriptif disertai dengan teori dekonstruksi Jaques Derrida maka penulis akan menganalisa dan menggambarkan tazkiyatun nafs sebagaimana yang tercantum dalam Tafsir Al-Ibriz dan dilanjutkan dengan membedah makna sebelumnya hingga ditemukanlah perluasan makna. Adapun hasil penelitian ini adalah tazkiyatun nafs dapat tercapai tidak hanya dengan berfokus pada menghubungkan diri dengan Tuhan namun juga tetap memperhatikan sisi kemanusiaan dengan menjalin silaturrahmi dan berbuat baik terhadap sesama sebagaimana yang telah diajarkan oleh dalam Islam.

References

Published

2022-06-10

How to Cite

KONSEP TAZKIYATUN NAFS DALAM TAFSIR AL-IBRIZ KARYA BISHRI MUSTHAFA (APLIKASI DEKONSTRUKSI JAQUES DERRIDA). (2022). Ushuluddin International Conference (USICON), 5, 46-63. https://conference.uin-suka.ac.id/index.php/USICON/article/view/751