Abstract
Penelitian ini menganalisis fondasi filosofis pendidikan anak dalam tradisi pemikiran Islam klasik melalui kajian komparatif terhadap tiga tokoh utama, yakni Ibn Miskawaih, Al-Ghazali, dan Ibn Sina. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif hermeneutik-komparatif, penelitian ini menginvestigasi secara sistematis dimensi moral, intelektual, dan spiritual dalam konsepsi pendidikan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pemikir menempatkan pembentukan moral pada fase usia dini sebagai aspek fundamental, yang dilakukan melalui pembiasaan perilaku, keteladanan, serta integrasi perkembangan rasional, emosional, dan spiritual. Sintesis analitis menghasilkan lima prinsip utama pendidikan karakter dalam perspektif Islam klasik, yaitu: uswah (keteladanan), ta’dib (pembiasaan moral), tawazun (keseimbangan), istiqamah (kemandirian dan konsistensi moral), serta ruhaniyah (spiritualitas). Kelima prinsip ini membentuk kerangka konseptual holistik yang menunjukkan relevansi tinggi terhadap paradigma pendidikan kontemporer seperti social-emotional learning dan pendidikan berbasis nilai. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menawarkan model integratif yang menjembatani etika moral Islam klasik dan praktik pedagogik modern. Implikasi temuan menegaskan bahwa rekontekstualisasi pemikiran klasik dapat memperkuat dimensi moral dan spiritual dalam sistem pendidikan modern.
