Pentingnya Pembelajaran Mitigasi Bencana untuk Anak Usia Dini di Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur
PDF

Keywords

pembelajaran anak usia dini, mitigasi bencana, anak usia dini

How to Cite

Pentingnya Pembelajaran Mitigasi Bencana untuk Anak Usia Dini di Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur. (2022). Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE), 6, 15-22. https://conference.uin-suka.ac.id/index.php/aciece/article/view/885

Abstract

Indonesia berada di daerah pertemuan lempeng tektonik yaitu Eurasia, India-Australia, dan
Pasifik. Aktivitas pergerakan lempeng tektonik dapat menimbulkan bencana alam seperti
gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. Siapa saja dapat menjadi korban
bencana, termasuk anak-anak. Perlu tindakan preventif untuk mengurangi akibat yang
ditimbulkan. Upaya preventif yang utama adalah mengetahui tanda-tanda yang muncul
sebelum terjadi bencana dan cara menyelamatkan diri. Anak diharapkan siaga terhadap
bencana yang bisa terjadi kapan saja. Anak-anak perlu dikenalkan faktor-faktor penyebab
bencana untuk mengetahui alasan Indonesia menjadi wilayah rawan bencana. Pengetahuan
kebencanaan dapat diberikan salah satunya lewat program pembelajaran di sekolah. Sekolah
dapat memberikan ilmu dan keterampilan kepada siswa sehingga dapat mengurangi resiko
yang diakibatkan oleh bencana. Mengingat pentingnya pembelajaran mitigasi bencana,
kami meninjau beberapa literatur terkait dengan pembelajaran mitigasi bencana untuk anak
usia dini. Tinjauan literatur secara eksklusif fokus pada literatur yang telah diterbitkan secara
online. Pendidikan merupakan bagian penting dari pengurangan risiko bencana. Pendidikan
mitigasi bencana bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan risiko bencana dan
meningkatkan kesiap siagaan. Pendidikan mitigasi bencana terdiri dari tindakan preventif
dengan lebih menekankan pada membangun suasana ketika terjadi bencana terjadi.
Terdapat dua kemungkinan hubungan sebab akibat antara pendidikan, kesadaran dan
perubahan perilaku diyakini bahwa pendidikan dapat menimbulkan kesadaran dan kesadaran
dapat menyebabkan perubahan perilaku. Jadi, mitigasi bencana sangat dianjurkan untuk
pembelajaran anak usia dini agar anak-anak tidak takut atau panik, tetapi mereka belajar
untuk tenang dan mengikuti instruksi penyelamatan diri. Anak-anak perlu dikenalkan faktorfaktor penyebab terjadinya bencana. Dengan mengetahui bahwa Indonesia memiliki risiko
gempa bumi yang tinggi, antisipasi untuk mengurangi dampak bencana dapat dilakukan
sedini mungkin.

PDF

References