Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Melalui Pelatihan Pembuatan Boneka Bantal untuk Anak Down Syndrome di Desa Panciro

Authors

  • Shalsabila Ananda UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Keywords:

down syndrome, disability empowering, training, character pillow, pemberdayaan penyandang disabilitas, pelatihan, mainan boneka bantal, peningkatan ekonomi, economic enchantment

Abstract

One of the efforts to empower people with disabilities is through training in the manufacture of pillow puppet toys. This skills training is able to create a climate that enables the potential of developing communities (enabling), strengthening the potential or power (empowering), and the creation of independence. In addition, this toy doll can be used as a therapeutic medium for children with Down syndrome. Children with Down syndrome have a relatively higher need for hugs and warmth compared to children in general. Cute and soft textured pillow dolls can be used as therapy for children with Down syndrome like character pillow. Therapy using pillow puppet games for children with Down syndrome can stimulate all aspects of the child's potential such as motor aspects, language aspects, cognitive aspects and social aspects. This research was conducted with a qualitative phenomenological approach. Data collected by observation, interview and documentation. The results show that through empowerment through training in making pillow dolls for children with Down syndrome, they are able to build their independence in terms of increasing knowledge, skills and economy by producing various pillow puppet characters.

Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat penyandang disabilitas adalah melalui pelatihan keterampilan pembuatan mainan boneka bantal. Pelatihan keterampilan ini mampu menciptakan iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling), memperkuat potensi atau daya (empowering), dan terciptanya kemandirian. Selain itu, boneka mainan ini dapat dijadikan sebagai media terapi bagi anak down syndrome. Anak down syndrome memiliki kebutuhan akan pelukan dan kehangatan yang relatif lebih tinggi dibandingkan anak-anak pada umumnya. Boneka bantal yang lucu dan bertekstur lembut dapat dijadikan terapi bagi anak down syndrome. Terapi menggunakan media permainan boneka bantal untuk anak down syndrome mampu merangsang seluruh aspek potensi anak seperti aspek motorik, aspek bahasa, aspek kognitif dan aspek sosial. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan adanya pemberdayaan melalui pelatihan pembuatan boneka bantal untuk anak down syndrome mampu membangun kemandirian mereka dalam hal peningkatan pengetahuan, keterampilan dan perekonomian dengan memproduksi berbagai karakter boneka bantal.

References

Downloads

Published

2020-07-13

How to Cite

Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Melalui Pelatihan Pembuatan Boneka Bantal untuk Anak Down Syndrome di Desa Panciro. (2020). The Indonesian Conference on Disability Studies and Inclusive Education, 1, 217-240. https://conference.uin-suka.ac.id/index.php/icodie/article/view/22