Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Berkisah
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Bahasa merupakan alat sosialisasi untuk merespon orang lain. Kemampuan bahasa anak usia
dini, harus menjadi perhatian penting bagi para orang tua, khususnya juga para penggiat
pendidikan anak usia dini. Tulisan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa
anak usia dini melalui berkisah/dongeng. Seorang anak mengekspresikan bahasa dengan
berbagai cara. Menyimak dan membaca merupakan keterampilan bahasa reseptif, karena pada
proses ini bahasa didapatkan melalui proses simbol visual dan juga verbal. Berbicara dan
menulis merupakan kemampuan bahasa eksresif. Hal ini merupakan proses pemindahan arti
yang melibatkan simbol visual dan juga verbal yang didapatkan lalu diekspresikan oleh anak. Ini
menunjukkan bahwa anak sedang menyusun dan mengonsepkan arti dari suatu bahasa.
Dongeng yang dapat menarik perhatian anak akan dengan mudah diserap oleh sensor memori
untuk kemudian diteruskan ke memori jangka pendek dan akhirnya ke dalam memori jangka
panjang. Seperti penggunaan media ketika mendongeng dapat membuat anak tertarik untuk
memperhatikan pendongeng ketika bercerita, karena terdapat benda-benda menarik perhatian
anak dengan bentuk dan warna yang membuat anak tertarik untuk memperhatikan
pendongeng