Membangun Kebudayaan Wayang sebagai Media Bercerita untuk Anak Usia Dini (0-8 tahun)

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Maria Ulfa

Abstract

Kebudayaan merupakan suatu kebiasaan yang akan ada disetiap daerah bahkan menjadi ciri
khas tersendiri. Budaya akan hilang jika tidak dilestarikan dan dirawat oleh generasi selanjutnya,
karena zaman semakin canggih membuat generasi lupa bahkan tidak mengenal kebudayaannya
sendiri. Saat ini masyarakat jawa kembali menghidupkan kebudayaan yang ada supaya terus
berkembang dan menjadi kearifan lokal, yaitu kebudayaan wayang. Wayang ada kurang lebih
900 tahun yang lalu, dan terus mengalami kemajuan. Dahulu wayang digunakan oleh wali songo
dalam menyebarkan agama Islam melalui cerita-cerita yang menjadikan wayang sebagai media.
Oleh sebab itu banyak masyarakat jawa yang akhirnya masuk Islam. seiring berjalannya waktu
wayang tidak hanya di gunakan untuk mengkisahkan yang bisa dilihat orang dewasa bahkan
bisa di tampilkan pada anak usia dini guna membangun kebudayaan Indonesia. Hal ini sangat
bagus diterapkan kepada anak usia dini selain memiliki pesan moral, wayang juga bisa
meningkatkan imajinasi anak, sosial emosional, kognitif, dan seni pada anak usia dini. Bahkan
bisa mengembangkan 6 aspek

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Membangun Kebudayaan Wayang sebagai Media Bercerita untuk Anak Usia Dini (0-8 tahun). (2020). Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE), 3, 91-100. https://conference.uin-suka.ac.id/index.php/aciece/article/view/88

How to Cite

Membangun Kebudayaan Wayang sebagai Media Bercerita untuk Anak Usia Dini (0-8 tahun). (2020). Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE), 3, 91-100. https://conference.uin-suka.ac.id/index.php/aciece/article/view/88

References